Hingga sekarang ini, kemampuan paling utama Electronic City ada di segmen umur 30-40, 40-50, 20-30. Dengan cara pemakaian media juga, perusahaan yang pertengahan lantas go public ini lebih konsentrasi ke tradisional media, seperti radio, koran, majalah, serta TV.
Manael Sudarman, GM Marketing & Communication PT Electronic City Indonesia Tbk, mengaku bahwa semua kesibukan marketing perusahaan awalannya cuma konsentrasi ke media tradisional.
Th. 2013, Electronic City lakukan ekspansi besar-besar dengan buka 33 toko baru. Walau bagaimanapun dianya terasa tak senang dengan pencapaian itu. “Meski kami lakukan ekspansi yang luar umum, tetap harus dengan cara keseluruhan kita baru mempunyai 66 toko di semua Indonesia, ” kata Manael.
Walau sebenarnya menurut Fery Wiraatmadja, Commercial & Investor Relations Director PT Electronic City Indonesia, Tbk, potensi ritel moderen elektronik di Indonesia sangatlah besar. Bila dibanding dengan Malaysia, mereka mempunyai 1, 500 outlet seperti Electronic City. Sedang Indonesia yang semakin besar dari sisi lokasi serta jumlah masyarakat, keseluruhan gerai ritel moderen elektronik masih tetap dibawah 200.
Dari situ, Electronic City mengerti supaya dapat menjangkau semua lokasi Indonesia tanpa ada mesti buka toko baru, Electronic City juga pada akhirnya masuk ke ranah digital dengan buka e-commerce.
Manael Sudarman, GM Marketing & Communication PT Electronic City Indonesia Tbk, marketing. co. id
“Sekarang ini digital di Indonesia berkembang cepat. Penetrasinya telah sangatlah luar umum. Bila dipandang dari margin market-nya, internet itu seksi. Oleh karenanya, kita yakin serta mulai bangun basis berbelanja, ” kata Manael.
Menurut Manael, e-commerce Electronic city mempunyai satu kelebihan dibanding yang lain yakni stock barang yang relatif lengkap. Diluar itu, Electronic City juga berikan peluang pada customer untuk terlebih dulu datang ke toko. Disana customer dapat ajukan pertanyaan, memperhitungkan, serta beli.
Untuk Manael, di ritel itu ujung-ujungnya mesti jualan. Itu yaitu mantra, hingga di digital juga Electronic City mesti membuahkan revenue. Bila didalam aktivitas off line tujuan yang dituju yaitu audiens umur 30-50, di digital (terutama media sosial) Electronic City membidik auidens yang lebih muda (25-39).
Diluar itu, tiap-tiap channel promosi mesti mempunyai langkahnya sendiri. Umpamanya di Facebook, Electronic City semakin banyak menulis gambar, katalog serta diskusi, sesaat di Twitter semakin banyak yang sifatnya activation.
Fery meneruskan bahwa sekarang ini Electronic City tengah konsentrasi memakai e-mail marketing. Argumennya, Electronic City mempunyai database customer yang cukup besar serta penetrasi digital sangatlah bagus di Indonesia.
Sesungguhnya, dahulu Electronic City pernah mau mengoperasikan e-mail marketing, namun urung berlangsung lantaran memakai media tradisional yang dikira telah cukup efisien. Tetapi, ketika yang berbarengan saat tim marketing mengulas media mix, e-mail serta nomer telephone masuk di dalamnya.
Berbarengan dengan peluncuran ecommerce, e-mail marketing juga mulai serius digerakkan. Tujuan sebagai incaran Electronic City dari pemakaian e-mail marketing yaitu seluruhnya audience yang mempunyai e-mail. Electronic City masih tetap cobalah menguber mass audience. Lalu, Electronic City cobalah menarik data profiling interest dari semasing mass audience itu, sesudah di ketahui baru ditarget.
Manael mengungkap sekarang ini di ranah on-line Electronic city kerap mengadakan program-program sales limit saat. Umpamanya program 20 : 80. Dimana barang clearance didiskon sampai 80%, dibuka dari mulai jam 20 : 00 sampai 08 : 00. Program sejenis itu di promosikan melalui e-mail marketing.
“Email marketing kami memanglah masih tetap bayi, tetapi saat e-mail diantar jumah spam nyatanya dibawah 0, 03%, bounce rate dibawah 10%, serta open rate-nya diatas 11%. Biaya yang dialokasikan perusahaan untuk digital marketing hingga sekarang ini masih tetap dibawah 5%. Tetapi, tak tutup kemungkinan budget-nya bakal ditambah, ” tutur Manael.
Electronic City memakai media sosial juga sebagai fasilitas info serta engagement. Sedang e-mail marketing dipakai untuk sales. Electronic City mengombinasikan e-mail marketing dengan mobile advertising serta media sosial.